MERAWAT HARAPAN DARI POSKO DESA: PERAN REMAJA CEGAH KEKERASAN DI TENGAH KRISIS IKLIM .
- kpkpst /
- Views : 57
Di sebuah ruang pertemuan sederhana di Kota Palu, harapan tumbuh perlahan namun pasti. Selama tiga hari penuh, tawa, diskusi, dan kesungguhan para remaja berpadu menjadi energi perubahan.
Mereka datang dari 15 desa di Kabupaten Sigi, Donggala, dan Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, membawa cerita kampung, keresahan zaman, dan tekad untuk melindungi sesama.
Sebanyak 30 remaja itu dipertemukan dalam sebuah pelatihan yang bukan sekadar belajar, tetapi juga merawat keberanian.
Yayasan Kelompok Perjuangan Kesetaraan Perempuan Sulawesi Tengah (KPKP-ST) bersama Yayasan Inisiatif Perubahan Akses Menuju Sehat (IPAS) Indonesia mengajak mereka menjadi pengelola Posko Informasi Pencegahan Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak (KtPA), di tengah tantangan dunia digital dan krisis iklim yang kian nyata.
Di usia yang masih belia, para remaja ini dipercaya memikul peran besar. Mereka belajar mengenali tanda-tanda kekerasan, bukan hanya yang terlihat secara fisik, tetapi juga yang tersembunyi dalam kata-kata, sikap, dan ruang digital.
Perundungan siber, kekerasan dalam pacaran, pelecehan, hingga Kekerasan Berbasis Gender Online (KBGO) dibahas dengan bahasa yang dekat dengan keseharian mereka.
Namun pelatihan ini melangkah lebih jauh. Remaja diajak memahami bahwa perubahan iklim bukan sekadar soal cuaca yang tak menentu, tetapi juga tentang meningkatnya kerentanan sosial.
Ketika bencana datang dan ekonomi tertekan, perempuan dan anak sering menjadi pihak yang paling terdampak baik pada kesehatan, keselamatan, maupun masa depan mereka.
Dalam setiap sesi diskusi dan praktik, para remaja dilatih mengelola posko informasi yang aman, ramah, dan penuh empati.
Source : INDOTREN.COM